AKTUALISASI NILAI-NILAI HMI DALAM MEMBANGUN MORALITAS DAN INTELEKTUALITAS DI TENGAH ARUS MODERNNISASI
Oleh : Galen Natafana Hasbullah
PENDAHULUAN
Pada awal HMI berdiri pada tanggal 5 febuari 1947 yang
bertepat di Sekolah Tinggi Islam Yogyakarta yang sekarang berganti nama menjadi
Universitas Islam Indonesia (UII) memiliki dua tujuan yaitu, pertama mempertahankan
dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia, dan yang kedua menegakan dan
mengembangkan ajaran islam.[1]
Namun, seiring berjalanya waktu tujuan HMI mengalami perubahan akibat
perkembangan zaman. Pada awal berdirinya organisasi ini dihadapkan dengan
agresi besar-besaran yang dilakukan oleh militer Belanda. Hal inilah yang
mengatarkan Masyarakat dan para pelajar Indonesia untuk Kembali mempertahankan
Indonesia dari gengaman penjajah.[2]
Organisasi HMI sudah berperan aktif sejak awal
didirikan, pada masa itu HMI juga berkomitmen untuk melahirkan generasi
pemimpin yang memiliki integritas, kejujuran, dan semangat perjuangan yang
tinggi. Selain itu, HMI juga memberikan wadah bagi mahasiswa muslim untuk
mengembangkan potensi diri sehingga pembaharuan pemikiran di kalangan umat
islam menjadi keniscayaan dan dapat berkontribusi untuk bangsa. Berdirinya organisasi
kemahasiswaan ini tidak lepas dari pemikiran sosok Lafran Pane dan cita-citanya
yang tidak dapat dipisahkan dengan HMI itu sendiri.
Latar belakang pemikiran Lafran Pane dalam mendirikan
hmi erat kaitanya dengan munculnya gagasan tentang peran intelektualitas
mahasiswa islam yang masih belum memiliki wadah untuk berkembang secara ideal.
Saat itu, mahasiswa islam dihadapkan dengan ideologi komunis yang berseberangan
dengan nilai-nilai keislaman. Lafran Pane melihat perlunya wadah yang tidak
hanya sebagai tempat untuk melawan ideologi asing tetapi juga untuk melahirkan
generasi yang memiliki komitmen keislaman, keintelektualan, dan keindonesiaan.
Sehingga menjadikan kader yang memiliki moralitas dalam menjawab setiap
permasalahan dan tantangan perkembangan
zaman dari awal berdirinya hingga sekarang. Yang sesuai dengan mission HMI.
Tujuan utama HMI sejak awal didirikan hingga sekarang turut
berganti mengikuti perkembangan zaman. Yang pada awalnya, HMI berperan aktif
dalam dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan memberikan wadah bagi
mahasiswa islam untuk berkembang. Lalu berubah seiring tantangan perkembangan
zaman. seperti para kader yang belum bisa mengaktualisasikan nilai-nilai HMI, dalam
hal ini dapat dilihat bahwa tantangan tidak hanya datang dari luar saja tetapi muncul
dari ranah internal yang belum bisa mengaktualisasikan[3].
Sampai saat ini organisasi HMI terus berupaya menciptakan
kader yang memiliki komitmen keislaman, keintelektualan, dan keindoneisaan guna
menghasilakan generasi yang memiliki moralitas tinggi dalam menghadapi
tantangan. Oleh karena itu dalam hal ini penulis tertarik untuk membuat sebuah
tulisan yang diangkat dalam bentuk essay mengenai issue yang berjudul
“Aktualisasi Nilai-Nilai HMI Dalam Membangun Moralitas dan Intelektualitas Di
Tengah Arus Modernisasi”[4]
[1] Fahmi Alamsyah (2025) Mission HMI sebagai Pilar Perjuangan
Keislaman dan Keindonesiaan di Tengah Tantangan Zaman. https://www.kompasiana.com/fahmialamsyah2400/679a713234777c730d37dc02/mission-hmi-sebagai-pilar-perjuangan-keislaman-dan-keindonesiaan-di-tengah-tantangan-zaman?page=all#goog_rewarded. Diakses Pada Tanggal 30 Januari 2025
[2] Rasmilawanti Rustam (2023) Sejarah Berdirinya HMI yang Kini
Berusia 76 Tahun. https://www.detik.com/sulsel/berita/d-6551360/sejarah-berdirinya-hmi-yang-kini-berusia-76-tahun. Diakses Pada Tanggal 30 Januari 2025.
[3] Ardian Suhendar (2023) Sejarah Hmi Sejarah Hmi - Perumperindo.co.id. . Diakses Pada Tanggal 30 Januari 2025.
[4] hmikomisariat_ad1 (2016) Misiion HMI MISSION
HMI – HMI Komisariat Ahmad Dahlan I. Diakses
Pada Tanggal 31 Januari 2025.
PEMBAHASAN
Di
era moderenisasi yang begitu dinamis kader dihadapkan pada beragam tantangan besar.
Derasnya arus iformasi serta perubahan sosial bukan hanya menuntut adaptasi,
tetapi juga menguji sejauh mana kader dapat mempertahankan nilai-nilai yang
dibawa oleh HMI. Tantangan terbesar hanya soal memahami nilai-nilai tersebut
tetapi juga bagaimana penerapanya dalam kehidupan sehari-hari, Di Tengah pergaulan
yang semakin terbuka dan gaya hidup kebarat baratan. Dalam intelektualitas dan
moralitas menjadi dua pilar utama yang harus terus dikembangkan guna dapat
berperan aktif dalam Masyarakat.[1]
Perkembanga intelektualitas kader harus
diarahkan kepada kapasits bepikir yang berpikir kritis dan analitis agar mampu
memberikan solusi atas permasalahan di tengah arus moderenisasi. Kader harus
mampu menyaring dan mengolah data secara objektif, tidak mudah terjebak kedalm
arus opini yang sering kali menyesatkan. Selain intelektualitas, moralitas juga
perlu menjadi perhatian utama dalam menghadapi tantangan modrn. Pergaulan yang
semakin bebas dan gaya hidup yang cenderung liberal dapat menjadi ancaman jika
tidak sembari diterapkannya moralitas.
Moralitas yang HMI maksud merujuk
kepada etika dan ahlak yang berlandaskan ajaran agama islam, yang harus menjadi
pedoman bagi kader. Moralitas dalam HMI bukan hanya bersifat normatif, tetapi
harus juga diwujudkan dalam sikap pola pikir dan tindakan yang mencerminkan
ahlak islam.[2]
HMI membetuk moralitas terhadap kadernya melalui serangkaian latihan kader yang
tersruktur dan berkelanjutan. Dalam akademik latihan kader menekankan moralitas
sehingga kader dapat berpikir kritis, objektif, dan jujur dalam setiap proses
bermasyarakat. Dalam mengembangkan intelektualitas mahasiswa islam HMI melalui
berbagai kegiatanya mulai dari diskusi ilmiah dan pelatihan kader. HMI berfokus
pada peningkatan kemampuan berpikir kritis dan analistis, serta mendorong para
kader menerapkan pengetahuan yang didapat dalam kehidupan bermayarakat
Diskusi, kajian, dan pelatiahan
memainkan peran penting dalam pembetukan pola pikir kritis yang berbasis pada
nilai-nilai HMI. Pelatihsn kader dirancang untuk melatih kemampuan berpikir
kritis dan mencetak jiwa kepemimpinan, juga melalui diskusi yang intens kader
diajak untuk selalu berpikir terbuka dalam menganalisis isu terbaru. Kajian
menjadi salah satu sarana untuk memperdalam wawasan ke intelektualan, kajian
dilakukan dengan mendatangan pemateri yang berkompeten dibidangnya.[3]
Tentunya dengan pembentukan kader
yang sedemikian rupa telah melewati pembinaan
dapat melahirkan kader yang mampu menjawab tantangan arus modrnisasi, kader
harus mampu mempertahankan prinsip yang sudah didapatkan. Dengan begitu para
kader mampu mempertahankan nilai-nilai islam meskipun berada di tengah arus
modrnisasi yang cepat. Jiwa kepimpinan yang berintegritas dan berwawasan luas
adalah output dari kaderisasi yang dilakukan oleh HMI. Pengaruh ideologi asing
yang bertentangan dengan nilai-nilai Himpinan Mahasiswa Islam adalah tantangan
besar dalam membentuk karakteristik kader. Ideologi-ideologi barat seringkali
bertentangan. Pembinaan yang sudah ada pada HMI diharapkan dapat menjaga agar
kader tetap berpegang pada komitmen HMI yaitu keintelektualan, keislaman, dan
keindonesiaan.
PENUTUP
Himpunan Mahasiswa Islam yang didirikan pada 5 Febuari 1947 memiliki tujuan yang pertama mempertahankan dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia, dan yang kedua menegakan dan mengembangkan ajaran islam. Sseiring waktu, tujuan HMI berkembang seiring dengan tantangan zaman baik secara internal maupun eksternal organisasi sendiri. HMI berkomitmen untuk mencetak kader yang memiliki moralitas dan intelektualitas yang tinggi demi mengahadapi arus modrnisasi. Dalam konteks ini, HMI berfokus pada pengembangakn kader yang berbasis nilai-nilai HMI. Moralitas yang dimaksud tidak hanya bersifat normatif tetapi juga merupakan cerminan dalam sikap dan tindakan. Meskipun mengahadpi pengaruh ideologi asing yang bertentangan, HMI tetap berupaya menjaga nilai-nilai yang sudah terkandung dalam mission HMI.
[1] Kompasiana(2024) Tantangan dan Adaptasi Kader HMI di Era Kontemporer: Membumikan Konstitusi dan Memahami Khittah Mulia HMI - Kompasiana.com. Diakses Pada Tanggal 31 Januari 2025.
[2] Hendra Nawawi (2024) Menjaga Independensi HMI: Kunci
untuk Mewujudkan Perjuangan Moral dan Intelektual - Yakusa Diakses
Pada Tanggal 31 Januari 2025
[3] Ridho
Putranto (2024) Agenda Intelektualisme HMI di Abad
21 (Refleksi 77 Tahun Himpunan Mahasiswa Islam) Halaman 2 - Kompasiana.com Diakses Pada Tanggal 31 Januari 2025
Komentar
Posting Komentar